Kepulauan Seribu - Guna meminimalisir peredaran narkoba di kalangan wisatawan Kepulauan Seribu, pihak kepolisian setempat mendirikan pos pemantau dan mencanangkan spanduk anti narkoba di dermaga tempat keluar masuknya wisatawan.
Kepala Bagian Operasi Polres Kepulauan Seribu, Komisaris, Selamet Haryono menuturkan, sejak tiga bulan lalu pihaknya telah mendirikan beberapa pos pantau.
Menurutnya, dalam satu pos tersebut dijaga 10 personel anggota dan dilakukan setiap akhir pekan dimana pulau-pulau itu banyak dikunjungi para wisatawan. "Tiga wilayah ada 30 (jumlah anggota). Pelaksanaannya setiap hari Jumat, Sabtu, Minggu," kata Selamet saat dihubungi, pada Senin (12/01) petang. Dari pulau-pulau yang ada, biasanya yang ramai dikunjungi hanya beberapa, seperti Pulau Tidung, Harapan dan Pramuka.
Kini, dengan banyaknya kasus tersebut pihak Polres Kepulauan Seribu mengantisipasi dengan mendirikan pos pantau di wilayah tersebut. Melalui pos itu, kata Selamet, petugas akan melakukan pemeriksaan terhadap beberapa orang yang dinilai mencurigakan. Jika ditemukan adanya tindakan penyalahgunaan narkoba, nantinya akan dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Selamet pun memaparkan, bedasarkan data yang tercatat pada tahun lalu, setiap bulannya petugas dua kali kasus tindakan penyalahgunaan.
Memasuki tahun 2015 ini, pihaknya telah mendapati tiga kasus yang rata-rata membawa ganja. "Ada 3 kali, (lokasinya) di Pulau Harapan Sama Pramuka. Rata-rata ganja tidak terlalu signifikan, paling 4 linting- 5 linting. Rata-rata mereka pendatang semua," katanya.
Banyaknya kasus penyalahgunaan itu, kata Selamet, lantaran wisatawan menganggap lokasi tersebut dinilai aman untuk menggunakan narkoba. Mereka yang membawa narkoba bisanya hanya seorang pengguna. Selamet pun mencontohkan, dirinya pernah melakukan razia terhadap wisatawan yang hendak masuk Pulau Pramuka. Beruntung sebelum masuk, wisatawan berhasil diringkus.
"Empat pemuda asal Bogor, Jawa Barat, yaitu DM (22), DR (21), AL (22) dan DD (20) kita bekuk beberapa waktu lalu. Karena kedapatan membawa ganja kering seberat setengah ons dan minuman keras yang digeledah di Dermaga Pulau Pramuka," jelas Selamet. Selamet berharap, dengan peristiwa itu, wisatawan dapat lebihj bijak bila ingin berkunjung ke tempat wisata, terutama ke Kabupaten Kepulauan Seribu.
Menurutnya, dalam satu pos tersebut dijaga 10 personel anggota dan dilakukan setiap akhir pekan dimana pulau-pulau itu banyak dikunjungi para wisatawan. "Tiga wilayah ada 30 (jumlah anggota). Pelaksanaannya setiap hari Jumat, Sabtu, Minggu," kata Selamet saat dihubungi, pada Senin (12/01) petang. Dari pulau-pulau yang ada, biasanya yang ramai dikunjungi hanya beberapa, seperti Pulau Tidung, Harapan dan Pramuka.
Kini, dengan banyaknya kasus tersebut pihak Polres Kepulauan Seribu mengantisipasi dengan mendirikan pos pantau di wilayah tersebut. Melalui pos itu, kata Selamet, petugas akan melakukan pemeriksaan terhadap beberapa orang yang dinilai mencurigakan. Jika ditemukan adanya tindakan penyalahgunaan narkoba, nantinya akan dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Selamet pun memaparkan, bedasarkan data yang tercatat pada tahun lalu, setiap bulannya petugas dua kali kasus tindakan penyalahgunaan.
Memasuki tahun 2015 ini, pihaknya telah mendapati tiga kasus yang rata-rata membawa ganja. "Ada 3 kali, (lokasinya) di Pulau Harapan Sama Pramuka. Rata-rata ganja tidak terlalu signifikan, paling 4 linting- 5 linting. Rata-rata mereka pendatang semua," katanya.
Banyaknya kasus penyalahgunaan itu, kata Selamet, lantaran wisatawan menganggap lokasi tersebut dinilai aman untuk menggunakan narkoba. Mereka yang membawa narkoba bisanya hanya seorang pengguna. Selamet pun mencontohkan, dirinya pernah melakukan razia terhadap wisatawan yang hendak masuk Pulau Pramuka. Beruntung sebelum masuk, wisatawan berhasil diringkus.
"Empat pemuda asal Bogor, Jawa Barat, yaitu DM (22), DR (21), AL (22) dan DD (20) kita bekuk beberapa waktu lalu. Karena kedapatan membawa ganja kering seberat setengah ons dan minuman keras yang digeledah di Dermaga Pulau Pramuka," jelas Selamet. Selamet berharap, dengan peristiwa itu, wisatawan dapat lebihj bijak bila ingin berkunjung ke tempat wisata, terutama ke Kabupaten Kepulauan Seribu.
