Selama Libur Lebaran, Perputaran Uang di Pulau Seribu Mencapai Rp40 M

Sabtu, 16 Agustus 2014

Selama Libur Lebaran, Perputaran Uang di Pulau Seribu Mencapai Rp40 M

Pulau Seribu
Pulautidunggo.com - Selama sepekan libur Lebaran, perputaran uang di area wisata Kepulauan Seribu mencapai Rp40 miliar. Angka itu diperoleh dari jumlah pengunjung atau wisatawan yang berlibur di Kepulauan Seribu yang menembus angka 80 ribu orang pengunjung.

Angka ini jauh melebihi target yang dipatok pemerintah Kabupaten Kepulauan Seribu, yakni 30 ribu orang wisatawan.

Ketua Asosiasi Jasa Wisata Kepulauan Seribu Micky Musleh mengungkapkan, hitungan pekan libur Lebaran dihitung sejak hari H Lebaran pada Senin (28/7/2014) hingga H+6 dan karena itu jumlah perputaran uang di sana mencapai Rp40 miliar.

Menurut dia, perputaran uang itu diperoleh dari biaya paket wisata dan daya konsumsi wisatawan selama berada di lima pulau tujuan wisata, yaitu yaitu Pulau Tidung, Pari, Pramuka, Harapan dan Untung Jawa. Misalnya saja biaya paket wisata di Pulau Seribu berkisar Rp350 ribu-Rp400 ribu per malam, dan mayoritas para wisatawan mengambil paket yang termahal.

Tidak hanya itu, selama tinggal di pulau, daya konsumsi wisatawan cukup tinggi dengan rata-rata satu orang saja bisa menghabiskan uang Rp100 ribu per hari.

Maka itu, diperkirakan, dihitung dari daya konsumsi para pengunjung dan paket wisata yang diambil, maka bisa dipastikan seorang wisatawan bisa menghabiskan uang Rp500 ribu per hari.

"Jika dikalikan antara biaya konsumsi mereka selama sehari (Rp500 ribu) dengan jumlah pengunjung selama Lebaran (80 ribu orang), bisa dipastikan perputaran uang di sini mencapai Rp40 miliar," ujar Micky di Jakarta, Minggu (3/8/2014).

Dia menambahkan, dengan lonjakan wisatawan yang signifikan, maka banyak wisatawan yang tidak mendapat penginapan. Berdasarkan data yang dia dapatkan, tercatat ada 12 ribu wisatawan yang tidak mendapat penginapan. Mereka terpaksa tinggal di ruang tunggu dermaga milik Dinas Perhubungan maupun rumah penduduk.

Dan rata-rata kata dia, mereka yang tidak mendapatkan penginapan karena tidak menggunakan jasa agen perjalanan saat berwisata ke Pulau Seribu, melainkan langsung menyambangi pulau wisata. Padahal kalau hendak berwisata terutama saat liburan seperti ini, harus memesan lewat agen perjalanan.

Dari data yang ada, kata dia di Kepulauan Seribu terdapat 430 penginapan yang terdiri dari resort dan home stay. Sementara satu penginapannya bisa mencapai maksimum 8 orang. Apabila dikalkusikan, maka penginapan yang tersedia bisa menampung hingga 3.440 orang per malam.

Maursia, 30, misalnya wisatawan asal Bandung, Jawa Barat yang karena tidak mendapat penginapan terpaksa menginap di ruang tunggu dermaga milik Dinas Perhubungan di Pulau Tidung selama tiga hari. Ia pun mengaku, tidak menggunakan jasa perjalanan saat berlibur ke Pulau Tidung. "Saya tidak tahu kalau harus pesan dulu, saya kira langsung datang saja ke Pulau Tidung nanti bisa dapat penginapan," ucap dia.

Maursiah pun berharap, agar penduduk pulau maupun pemerintah bisa membangun penginapan lebih banyak lagi. Hal ini untuk mengantisipasi lonjakan wisatawan seperti saat ini.

Sementara itu, Bupati Kepulauan Seribu Asep Syarifudin mengatakan pihaknya tengah berencana membangun penginapan baru di sejumlah pulau yang menjadi tujuan wisata.

Menurut Asep, dalam waktu dekat pihaknya akan mengumpulkan para pelaku usaha jasa perjalanan dan investor guna mencari solusi untuk penambahan penginapan di tiap pulau yang kini menjadi tujuan wisatawan.

"Pembangunan ini kan melibatkan tiga komponen, pertama pemerintah, kedua penduduk dan ketiga pengusaha (investor). Bila koordinasi ini dilakukan dengan baik, maka sangat mungkin pertumbuhan penginapan akan meningkat pesat di pulau," pungkas Asep.